Kongres
Negarawan Muda
Pelatihan School
for Nation Leader 2 diberikan materi mengenai kemandirian oleh Ibu Mursida
Rambe ( Pendiri BMT Pasar Beringharjo Yogyakarta) dan Pemberi materi
kemanusiaan oleh Bapak Erie Sudewo ( Pendiri Dompet Dhuafa ).
Apa yang membuat
kelahiran Forum Negarawan menjadi penting ? kami melihat di tengah perkembangan
organisasi yang ada , mulai muncul gejala stagnansi dan pragmatisme
politik.Organisasi kepemudaan mulai terjebak pada tarikan politik dan cenderung
meninggalkan ruang pemberdayaan di masyarakat.Dengan demikian , kelahiran Forum
Negarawan Muda diharapkan dapat menjadi wadah kepemudaan alternatif yang
memiliki karakter kemandirian dan kemanusiaan.Organisasi Kepemudaan yang focus
pada upaya-upaya pemberdayaan masyarakat dan intervensi kemanusiaan agar dapat
membantu menuntaskan problem kemiskinan dan ketidakadilan yang terjadi di
masyarakat marjinal.
Forum Negarawan
Muda juga memiliki target pencapaian pada tahun 2016 untuk merekrut 2000 orang
yang akan tersebar di 20 titik strategis di seluruh Indonesia.Diantaranya :
Aceh, Padang, Medan, Riau, Jambi, Palembang, Lampung, Bengkulu, Jabodetabek,
Sumedang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surakarta, Purwokerto, Salatiga,
Malang, Banjarmasin, Pontianak dan Makassar.Dengan potensi sumber daya
manusia yang ada, diharapkan akan lahir
200 orang sociopreneur, 20.000 masyarakat penerima manfaat, 1 Koperasi Nasional
dan Koperasi Wilayah dan 200 Media
Sosial Produktif.Pada aspek social seperti inilah Forum Negarawan Muda akan
membaktikan dirinya untuk membangun kemandirian masyarakat marjinal.
Dengan berbagai
target pencapaian Forum Negarawan itulah perlu merumuskan langkah-langkah
organisasi lebih sistematis dan terstruktur agar mimpi pemberdayaan masyarakat
itu dapat di wujudkan.Perumusan struktur Organisasi dan program kerja yang
lebih sistematis akan dilaksanakan pertemuan nasional antara anggota Forum
Negarawan Muda yang dinamakan sebagai Kongres Negarawan Muda 2015.Melalui
Kongres inilah perumusan struktur kepengurusan, program kerja nasional dan
deklarasi Forum Negarawan Muda secara resmi dilakukan.Harapannya kehadiran
Forum Negarawan dapat memberi perubahan yang berarti di tengah masyarakat.
Pada kali ini
Forum Negarawan Muda mengambil tema kongres “ Pemuda Mandiri , Bangsa Berdikari
” yang mengangkat pentingnya peran kemandirian pemuda dalam mewujudkan bangsa
yang berdikari.Salah satu mewujudkan kemandirian pemuda adalah melalui
kewirausahaan. Menurut Standar Internasional, jumlah wirausaha yang ideal
adalah minimal sebanyak 2% dari jumlah penduduk suatu negara.Sementara itu data
terakhir dari Kementrian Koperasi dan UKM pada tahun 2015 menyebutkan bahwa wirausaha
Indonesia hanya berjumlah 1,65% dari jumlah penduduk 250 juta orang.Jumlah
wirausaha ini tentunya sangat minim jika dibandingkan dengan negara lain yang
memiliki presentase wirausaha lebih tinggi dari Indonesia.Seperti Singapura
dengan 7% wirausaha, Malaysia 5%, Thailand 4%, Tiongkok 10%, dan Amerika
Serikat mencapai 12%.Kewirausahaan memiliki peranan penting dalam usaha
perluasan lapangan kerja, pengurangan pengangguran, dan penuntasan angka
kemiskinan.
Selain itu
Kongres Forum Negarawan Muda dilaksanakan di Surakarta dikarenakan, kami
melihat bahwa Surakarta menjadi representasi ideal bagi semangat aktivisme
social dan kewirausahaan yang akan dibangun oleh Forum Negarawan Muda.Selain
dikenal dengan kota yang memiliki sejarah kebudayaan yang luhur dan mandalam,
Surakarta juga memiliki semangat kewirausahaan dan aktivisme kepemudaan yang
kuat.Terdapat berbagai perguruan kampus ternama terdapat di Surakarta, dimana
para mahasiswanya memiliki keterkaitan erat dengan denyut nadi kehidupan para
pedagang dan turut aktif dalam membela kepentingan kelompok-kelompok marjinal
di Surakarta.Dengan semangat seperti inilah Forum Negarawan Muda memilih kota
Surakarta sebagai awal berdiri dan lahirnya, agar semangat aktivisme social dan
kewirausahaan itu menjadi semangat yang mengalir dalam lahirnya Forum Negarawan
Muda.
Sebelum diadakan
Kongres Negarawan muda, setiap peserta diwajibkan untuk melakukan bedah buku yang
berjudul “ Islam, Kepemimpinan dan KeIndonesiaan ”. Buku ini merupakan hasil
output dari para peserta School For Nation Leader yang menyampaikan hasil
pemikirannya melalui tulisan sehingga di muat dalam 1 buku. Selain itu , awal
bulan November 2015 buku tersebut sudah launching dan dijual ke Seluruh
Indonesia.Jika ada organisasi atau komunitas yang membutuhkan kerja sama dengan
Forum Negarawan Muda kami siap sedia. Rekomendasi untuk mahasiswa , dosen ,
tokoh masyarakat dan berbagai kalangan di harapkan dapat membacanya agar tahu
wawasan mengenai seputar sejarah Islam , Kepemimpinan dan Kondisi
Indonesia.Buku ini di jual dengan seharga Rp. 50.000,- . Hasil dari menjual
buku tersebut digunakan untuk mengganti
ongkos percetakan dan sisanya untuk dana organisasi yang nantinya sebagai
sumber dana untuk dikembangkan membuat sociopreneur yaitu dengan koperasi
sehingga dapat bermanfaat bagi
masyarakat.
Kongres
Negarawan Muda ini dihadiri oleh para peserta School For Nation Leader yang
memiliki hak dan kewajiban membuat AD ART, susunan rencana strategis dan
Pengesahan berdirinya Forum Negarawan Muda di Surakarta, 01 November
2015.Pengurus Pusat diantaranya : Arif Suhendar sebagai Ketua Umum (
Universitas Brawijaya ), Sekretaris Umum ( Universitas Sebelas Maret ) , Reni
Tri Isromiyah sebagai Bendahara Umum ( Universitas Gunadarma ) , Evi Dwi Yanti
sebagai Koordinator Kaderisasi ( Universitas Indonesia ) , Anam Lutfi sebagai
Koordinator Ekonomi ( Universitas Sebelas Maret ) , Grienda Qomara sebagai
Koordinator Sosial Politik ( Universitas Airlangga ), Endah Nur Salehah sebagai
Koordinator Media ( Universitas Pendidikan Indonesia ). Setelah resmi menjadi
organisasi yang baru berdiri di tingkat Nasional, banyak sekali hasil output
yang diperoleh salah satunya adalah tulisan para peserta School For Nation
Leader dimuat dalam buku “ Islam , Kepemimpinan dan KeIndonesiaan ”. Kini buku
tersebut sudah tercetak dan tersebar di berbagai daerah seluruh Indonesia.Jika
anda berminat dapat menghubungi contact yang ada pada website
www.forumnegarawanmuda.org atau bisa melalui saya.Jadi,Forum Negarawan Muda
bersifat independen, sebagai organisasi pemberdayaan pemuda , perjuangan
kemandirian dan mengoptimalkan kontribusi kepada masyarakat dengan cara
sociopreneur serta pengembangan dalam ekonomi.
Reni Tri
Isromiyah, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma menghadiri acara
Kongres Forum Negarawan Muda di Surakarta , Jawa Tengah yag berlangsung sejak
tanggal 29 Oktober 2015 sampai 1 November 2015 lalu.Kongres ini adalah undangan
dari Sekolah Kepemimpinan Bangsa bekerja sama dengan Forum Negarawan Muda.
Kongres yang
bertemakan “ Pemuda Mandiri, Bangsa Berdikari ” dihadiri oleh 50 Mahasiswa dari
40 kampus di Indonesia , alumni School For Nation Leader yang terpilih dan
menghadirkan pemateri tokoh-tokoh nasional seperti Rifai Darus, S.H ( Ketua
Umum DPP KNPI ), Inovator Kepemimpinan Pemuda), Dr.Ahmad Juwaini ( Presiden
Direktur Dompet Dhuafa , Inovator Gerakan Kemanusiaan ), Indra Sjafri ( Pelatih
timnas U-19 – Juara Piala AFF 2013, Inovator Pembinaan Atlet Muda ), Aria Bima
S.Sos ( Anggota Komisi VI DPR RI, Inovator Kepemimpinan Publik),dan Tokoh
nasional lainnya.
“ Dalam kongres
ini banyak ilmu yang kita peroleh, mendapatkan inspirasi untuk membangun
peradaban Indonesia ke depannya menjadi lebih maju serta bangaimana membangun
bisnis di Indonesia yang mengedepankan nilai-nilai sosial dan bagaiman cara
membangun perekonomian dengan mengutamakan tugas sebagai negarawan ”. Kata Reni
Tri Isromiyah , yang juga sekretaris FOKUS LDK Universitas Gunadarma ini.
Sementara itu
kegiatan Forum Negarawan tersebut diharapkan terus mengalami kemajuan untuk
menciptakan anggota yang aktif.
“ Saya berharap
anggota Forum Negarawan Muda ini terus bertambah , apalagi sebentar lagi ada
open recruitment untuk anggota di berbagai daerah seluruh Indonesia.Buat para
pemuda usia 17-35 tahun yang ada di wilayah Depok maupun civitas akademika
Universitas Gunadarma dapat mendaftar dalam open recruitment ini”.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar