Minggu, 15 November 2015

EKONOMI KOPERASI ( TUGAS 4 )




Mahasiswi Universitas Gunadarma terpilih menjadi salah satu delegasi School For Nation Leader  dan Kongres Negarawan Muda di tingkat Nasional

Lolos menjadi peserta Pelatihan School For Nation Leader
” Berorganisasilah , maka jaringanmu akan luas ”. Begitulah kata mahasiswa yang kini semester 3.
Masa muda adalah masa ketika kesempatan menjadi apapun yang dikehendaki, bukan sekedar cita-cita untuk berkhayal dan menjadi pemanis bibir, akan tetapi harus diperjuangkan.Menjadi mahasiswa merupakan salah satu kesempatan yang strategis karna dapat mengembangkan dirinya dengan leluasa.Menyerap ilmu sebanyak mungkin, melatih softskill dan menambah pengalaman di berbagai bidang sehingga disitulah pemuda mencapai puncak tertinggi posisi masa depan.Salah satu peran kita menjadi mahasiswa adalah Agent of Change, menjadi fungsi untuk mencurahkan segala konsep, ide, gagasan yang diharapkan menjunjung tinggi cita-cita bagi peradaban bangsa ini.


Pada bulan Maret lalu, Reni mendapatkan informasi dari teman yang kuliah di UGM.Sekolah Kepemimpinan Bangsa merupakan salah satu bagian dari Dompet Dhuafa , program pengembangan sumber daya manusia di bidang kepemimpinan, program ini berupaya dalam menjawab tantangan problem regenerasi kepemimpinan di negeri ini dengan menghasilkan calon-calon pemimpin masa depan yang unggul sesuai dengan bidang kepakarannya.Sehubungan dengan itu, Sekolah Kepemimpinan Bangsa bekerja sama dengan Forum Negarawan Muda mengadakan School For Nation Leader. Melihat persyaratan dalam seleksi, ada hal yang membuatnya tertarik yaitu akomodasi, penginapan dan pelatihan selama 1 minggu di tanggung oleh pihak penyelenggara. H-7 deadline pendaftaran, ia menyiapkan berkas-berkas dalam persyaratan tersebut seperti CV, Pengalaman Organisasi , membuat Essay yang bertemakan
“ Apa yang kamu lakukan hari ini dan Apa impianmu untuk Indonesia Emas 2045 ”. Ditambah lagi persyaratan  Surat Rekomendasi dari Kampus, Reni memutuskan untuk mengajukan permintaan surat rekomendasi kepada Bapak Muhamad Rizky Rizaldy sebagai Chairman of the Senat Sharia Economic Forum , Gunadarma University.
Detik demi detik pun berlalu, 1 minggu menunggu pengumuman yang akan dishare lewat website.Waktu pun telah tiba, Reni memberanikan diri untuk membuka website tersebut. Alhamdulillah , ada namaku tercantum dalam barisan 50 pemuda dari seluruh Indonesia” Apa benar , aku lolos dalam seleksi ini ? semoga ini memang benar adanya ”. Reni merasa terkejut.Malam harinya mendapatkan e-mail berupa kiriman Letter of Acceptance School For Nation Leader bahwa aku terpilih menjadi 50 peserta terbaik dari 500 pendaftar sebagai perwakilan Universitas di Indonesia untuk mengembangkan kapasitas diri dan komunitas sebagai pemimpin muda dengan jati diri Ke-Indonesiaan. Dari 50 peserta tersebut berasal dari 40 kampus seluruh Indonesia yang terdiri dari 35 PTN dan 5 PTS.





Apa itu Forum Negarawan Muda ?
Forum Negarawan Muda adalah wadah berkumpul , sinergi dan pengembangan diri para pegiat gerakan belajar merawat Indonesia melalui aktivitas kontributif di masyarakat. Forum Negarawan Muda terdiri dari pemuda yang berkolaborasi berbagai latar belakang majemuk sebagai persiapan para pemimpin muda demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.Pada awalnya Forum Negarawan Muda dilahirkan dari program pelatihan Kepemudaan School For Nation Leader yang diselenggarakan oleh Sekolah Kepemimpinan Bangsa.Saat ini jejaring Forum Negarawan Muda tersebar di 35 kampus seluruh Indonesia.
Mengenakan almamater berwarna abu-abu turut hadir berada di dalam pertemuan para calon pemimpin bangsa , rasanya sangat senang sekali. Karna bisa mewakili Universitas Gunadarma dan menunjukkan bahwa PTS dapat bersaing dengan PTN ternama.Pada tanggal 14- 20 April 2015 , Pelatihan School for Nation Leader dengan tema “ Pemimipin Muda, jati diri Ke-Indonesiaan ” dilaksanakan di Kantor Pusat Dompet Dhuafa kawasan Zona Madina , Desa Wisata Djampang ,Parung,Bogor. Dalam pelatihan School For Nation Leader , mengahdirkan pembicara hebat tokoh nasional yaitu Muhammad Jazir ASP, Dr.Adian Husaini, Prof.Dr.Komaruddin Hidayat, Yudi Latif Ph.D, Eep Saefullah Fatah, Yon Machmudi Ph,D, Rene Pattiradjawane, Dr.Muhammad Asmi, Dr.Zaim Uchrowi, Marwah Daud Ibrahim Ph,D.
Foto diatas merupakan suasana presentasi hasil diskusi kelompok mengenai permasalahan yang ada di Indonesia kemudia mahasiswa dituntut untuk berpikir dan mencari solusi agar ke depannya dapat direalisasikan ke lingkungan masyarakat.
Presentasi tentang essay dengan tema “ Apa yang kamu lakukan hari ini ? dan Apa  saja impianmu untuk menuju Indonesia Emas 2045? ”
Reni menceritakan aktifitas dan kesibukan yang dijalani saat ini, pemaparan mengenai merajalelanya korupsi, dan impian serta harapannya mulai hari ini hingga menuju Indonesia Emas 2045.Terkait adanya pelatihan School For Nation Leader , setiap peserta mempunyai impian menjadi seorang pemimpin.Tak disangka , gadis ini mempunyai cita-cita untuk membangu n daerahnya dengan cara ingin menjadi seorang Bupati Klaten di tahun 2030.Aamiin..
Menjadi seorang pemimpin tidak sekedar sebagai kepala yang bertugas menyuruh anak buahnya.Namun, ia harus berpikir cerdas, integritas tinggi, tanggung jawab, amanah, dan peduli dengan orang-orang yang dipimpinnya serta membuat strategi agar dapat memberikan perubahan sehingga tidak adanya pihak yang dirugikan.



Bersyukur bisa dipertemukan perwakilan Mahasiswa seluruh Indonesia , mulai dari Universitas Syiah Kuala
( Aceh ) Hingga Universitas Hassanudin ( Makassar ). Mungkin jika kita melihat kepribadiannya dari luar penampilannya sangat sederhana dan rendah hati.Namun, dibalik itu semua ternyata banyak segudang prestasi yang dimiliki.Warna-warni almamater bukanlah suatu perbedaan , ini adalah salah satu tonggak sebagai seorang pemuda untuk melakukan suatu perubahan dan siap berkontribusi kepada masyarakat.Para delegasi, mayoritas mahasiswa tingkat akhir sehingga tak heran lagi jika mereka mempunyai segudang prestasi dan menjabat sebagai kader atau pemimpin di suatu organisasi di lingkungan kampusnya , nasional hingga Internasional.
Bertanya kepada pembicara merupkan hal wajib yang dilakukan oleh sema peserta. Disinilah kesempatan kami untuk bersuara, menyampaikan ide gagasan dan mencari tahu apa yang belum kami ketahui.Materi yang disampaikan beragam, mulai dari Kepemipinan , Peradaban Islam , Perekonomian Indonesia dan wawasan mengenai konflik yang terjadi di Luar Negri.






Hari terakhir bersama peserta School For Nation Leader, siap kembali ke kampus masing-masing menjalani aktifitas seperti biasanya dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar