Mahasiswi
Universitas Gunadarma terpilih menjadi salah satu delegasi School For Nation
Leader dan Kongres Negarawan Muda di
tingkat Nasional
Lolos
menjadi peserta Pelatihan School For
Nation Leader
”
Berorganisasilah , maka jaringanmu akan luas ”. Begitulah kata
mahasiswa yang kini semester 3.
Masa muda adalah
masa ketika kesempatan menjadi apapun yang dikehendaki, bukan sekedar cita-cita
untuk berkhayal dan menjadi pemanis bibir, akan tetapi harus
diperjuangkan.Menjadi mahasiswa merupakan salah satu kesempatan yang strategis
karna dapat mengembangkan dirinya dengan leluasa.Menyerap ilmu sebanyak
mungkin, melatih softskill dan menambah pengalaman di berbagai bidang sehingga
disitulah pemuda mencapai puncak tertinggi posisi masa depan.Salah satu peran
kita menjadi mahasiswa adalah Agent of Change, menjadi fungsi untuk mencurahkan
segala konsep, ide, gagasan yang diharapkan menjunjung tinggi cita-cita bagi
peradaban bangsa ini.
Pada bulan Maret
lalu, Reni mendapatkan informasi dari teman yang kuliah di UGM.Sekolah
Kepemimpinan Bangsa merupakan salah satu bagian dari Dompet Dhuafa , program
pengembangan sumber daya manusia di bidang kepemimpinan, program ini berupaya
dalam menjawab tantangan problem regenerasi kepemimpinan di negeri ini dengan
menghasilkan calon-calon pemimpin masa depan yang unggul sesuai dengan bidang
kepakarannya.Sehubungan dengan itu, Sekolah Kepemimpinan Bangsa bekerja sama
dengan Forum Negarawan Muda mengadakan School For Nation Leader. Melihat
persyaratan dalam seleksi, ada hal yang membuatnya tertarik yaitu akomodasi,
penginapan dan pelatihan selama 1 minggu di tanggung oleh pihak penyelenggara.
H-7 deadline pendaftaran, ia menyiapkan berkas-berkas dalam persyaratan
tersebut seperti CV, Pengalaman Organisasi , membuat Essay yang bertemakan
“ Apa yang kamu
lakukan hari ini dan Apa impianmu untuk Indonesia Emas 2045 ”. Ditambah lagi
persyaratan Surat Rekomendasi dari
Kampus, Reni memutuskan untuk mengajukan permintaan surat rekomendasi kepada Bapak
Muhamad Rizky Rizaldy sebagai Chairman of
the Senat Sharia Economic Forum , Gunadarma University.
Detik demi detik
pun berlalu, 1 minggu menunggu pengumuman yang akan dishare lewat website.Waktu
pun telah tiba, Reni memberanikan diri untuk membuka website tersebut.
Alhamdulillah , ada namaku tercantum dalam barisan 50 pemuda dari seluruh
Indonesia” Apa benar , aku lolos dalam seleksi ini ? semoga ini memang benar
adanya ”. Reni merasa terkejut.Malam harinya mendapatkan e-mail berupa kiriman
Letter of Acceptance School For Nation Leader bahwa aku terpilih menjadi 50
peserta terbaik dari 500 pendaftar sebagai perwakilan Universitas di Indonesia
untuk mengembangkan kapasitas diri dan komunitas sebagai pemimpin muda dengan
jati diri Ke-Indonesiaan. Dari 50 peserta tersebut berasal dari 40 kampus
seluruh Indonesia yang terdiri dari 35 PTN dan 5 PTS.
Apa
itu Forum Negarawan Muda ?
Forum Negarawan
Muda adalah wadah berkumpul , sinergi dan pengembangan diri para pegiat gerakan
belajar merawat Indonesia melalui aktivitas kontributif di masyarakat. Forum
Negarawan Muda terdiri dari pemuda yang berkolaborasi berbagai latar belakang
majemuk sebagai persiapan para pemimpin muda demi terwujudnya Indonesia Emas
2045.Pada awalnya Forum Negarawan Muda dilahirkan dari program pelatihan
Kepemudaan School For Nation Leader
yang diselenggarakan oleh Sekolah Kepemimpinan Bangsa.Saat ini jejaring Forum
Negarawan Muda tersebar di 35 kampus seluruh Indonesia.
Mengenakan
almamater berwarna abu-abu turut hadir berada di dalam pertemuan para calon
pemimpin bangsa , rasanya sangat senang sekali. Karna bisa mewakili Universitas
Gunadarma dan menunjukkan bahwa PTS dapat bersaing dengan PTN ternama.Pada
tanggal 14- 20 April 2015 , Pelatihan School for Nation Leader dengan tema “ Pemimipin Muda, jati diri Ke-Indonesiaan
” dilaksanakan di Kantor Pusat Dompet Dhuafa kawasan Zona Madina , Desa
Wisata Djampang ,Parung,Bogor. Dalam pelatihan School For Nation Leader , mengahdirkan
pembicara hebat tokoh nasional yaitu Muhammad Jazir ASP, Dr.Adian Husaini,
Prof.Dr.Komaruddin Hidayat, Yudi Latif Ph.D, Eep Saefullah Fatah, Yon Machmudi
Ph,D, Rene Pattiradjawane, Dr.Muhammad Asmi, Dr.Zaim Uchrowi, Marwah Daud
Ibrahim Ph,D.
Foto diatas
merupakan suasana presentasi hasil diskusi kelompok mengenai permasalahan yang
ada di Indonesia kemudia mahasiswa dituntut untuk berpikir dan mencari solusi
agar ke depannya dapat direalisasikan ke lingkungan masyarakat.
Presentasi
tentang essay dengan tema “ Apa yang kamu lakukan hari ini ? dan Apa saja impianmu untuk menuju Indonesia Emas
2045? ”
Reni menceritakan
aktifitas dan kesibukan yang dijalani saat ini, pemaparan mengenai
merajalelanya korupsi, dan impian serta harapannya mulai hari ini hingga menuju
Indonesia Emas 2045.Terkait adanya pelatihan School For Nation Leader , setiap
peserta mempunyai impian menjadi seorang pemimpin.Tak disangka , gadis ini
mempunyai cita-cita untuk membangu n daerahnya dengan cara ingin menjadi
seorang Bupati Klaten di tahun 2030.Aamiin..
Menjadi seorang
pemimpin tidak sekedar sebagai kepala yang bertugas menyuruh anak
buahnya.Namun, ia harus berpikir cerdas, integritas tinggi, tanggung jawab,
amanah, dan peduli dengan orang-orang yang dipimpinnya serta membuat strategi
agar dapat memberikan perubahan sehingga tidak adanya pihak yang dirugikan.
Bersyukur bisa
dipertemukan perwakilan Mahasiswa seluruh Indonesia , mulai dari Universitas
Syiah Kuala
( Aceh ) Hingga
Universitas Hassanudin ( Makassar ). Mungkin jika kita melihat kepribadiannya
dari luar penampilannya sangat sederhana dan rendah hati.Namun, dibalik itu
semua ternyata banyak segudang prestasi yang dimiliki.Warna-warni almamater
bukanlah suatu perbedaan , ini adalah salah satu tonggak sebagai seorang pemuda
untuk melakukan suatu perubahan dan siap berkontribusi kepada masyarakat.Para
delegasi, mayoritas mahasiswa tingkat akhir sehingga tak heran lagi jika mereka
mempunyai segudang prestasi dan menjabat sebagai kader atau pemimpin di suatu
organisasi di lingkungan kampusnya , nasional hingga Internasional.
Bertanya kepada pembicara merupkan hal wajib yang dilakukan oleh sema
peserta. Disinilah kesempatan kami untuk bersuara, menyampaikan ide gagasan dan
mencari tahu apa yang belum kami ketahui.Materi yang disampaikan beragam, mulai
dari Kepemipinan , Peradaban Islam , Perekonomian Indonesia dan wawasan
mengenai konflik yang terjadi di Luar Negri.
Hari terakhir
bersama peserta School For Nation Leader, siap kembali ke kampus masing-masing
menjalani aktifitas seperti biasanya dan mengaplikasikan ilmu yang telah
diperoleh selama pelatihan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar