Jumat, 22 April 2016

Tulisan 2 ( Essay )

 ESSAY

Strategi Penerapan Ekspor Impor dalam Perkembangan Perekonomian di Indonesia

RENI TRI ISROMIYAH
Mahasiswa Akuntansi Universitas Gunadarma

                Dalam konteks berbagai macam permasalahan yang ada pada negri ini, tentu tidaklah asing bagi kita terkait adanya Ekspor dan Impor dalam bidang perekonomian Indonesia.Negara Indonesia merupakan Negara Agraris dan Negara Maritim.Dalam hal Ekspor dan Impor, ternyata Indonesia dengan segala keunggulan dibidang pertanian khususnya dalam hal komoditi beras, masih membeli (Impor) beras dari negara lain.Apalagi kenaikan harga BBM berdampak pada kenaikan kebutuhan pokok.Setiap negara memiliki sumber daya alam yang berbeda-beda satu sama lain ,sehingga  membutuhkan  komoditi yang tidak tersedia di negaranya akan tetapi tersedia di negara lain, maka negara tersebut  melakukan perdagangan atau pertukaran komoditi dan terjadilah kegiatan ekspor dan impor. Pelabuhan sebagai tempat kegiatan ekonomi yang menjadi sasaran utama agar jalur ekspor dan impor barang berjalan lancar.
“Perdagangan internasional ekspor impor adalah kegiatan yang dijalankan eksportir maupun produsen eksportir dalam transaksi jual beli suatu komoditi dengan orang asing, bangsa asing, dan negara asing. Kemudian penjual dan pembeli yang lazim disebut eksportir dan importir melakukan pembayaran dengan valuta asing” Amir (2001:1).
Jika memandang kondisi di Indonesia yang serba berkecukupan , perlu kita ketahui bahwa kuantitas yang unggul tidak disertai kualitas yang mumpuni dapat menghancurkan kuantitas itu sendiri.Jangan menjual produk yang rendah, karena reputasi dan harga diri bangsa menjadi taruhannya.Melimpahnya kekayaan alam di negeri ini menyambut peluang bisnis berskala internasional. Kegiatan ekspor impor dijadikan salah satu solusi yang dipilih agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan menumbuhkan hubungan harmonis antar bangsa.
                  Berdasarkan melihat sisi dari teori mikroekonomi , maka menganalisis hal-hal seperti interaksi penjual pembeli di pasar barang, tingkah laku penjual pembeli dalam melakukan kegiatan ekonomi, dan interaksi penjual pembeli.Sedangkan dalam teori makroekonomi menganalisis aspek berikut seperti penentuan kegiatan perekonomian , masalah inflasi dan pengangguran dan faktor yang menyebabkannya, dan bentuk-bentuk kebijakan pemerintah dalam menghadapi masalah-masalah ekonomi yang timbul.
Ketika krisis terus melanda , akibatnya menimbulkan guncangan sosial dan politik yang tidak henti-hentinya. Salah satu penyelamat krisis ekonomi adalah kinerja ekspor di tengah lesunya permintaan domestik swasta karena penurunan pengeluaran investasi, konsumsi masyarakat karena turunnya daya beli, dan pengeluaran pemerintah karena harus mengalokasikna dana yang sangat besar untuk subsidi BBM serta membayar cicilan utang dan bunganya.
                 Promosi memegang peran penting dalam strategi pemasaran ekspor, dalam aspek pemasaran promosi merupakan salah satu unsur dari  strategi bauran pemasaran (marketing mix), unsur-unsurnya yaitu: product (komoditas yang kita hasilkan), price (harga jual yang kita tawarkan), promotion (upaya memperkenalkan produk), place of distribution (wilayah sasaran ekspor), power (bantuan pemerintah dalam mendorong ekspor), dan public support (kekuatan legislative dalam mendorong ekspor).Pemerintah juga diminta untuk mengubah strategi ekspor yang masih mengandalkan bahan mentah. Karena ekspor bahan mentah tidak memberikan nilai tambah.
               Kegiatan ekspor merupakan salah satu cara untuk memasarkan produk Indonesia ke luar negeri.Misalnya, pakaian batik merupakan salah satu produk Indonesia yang mulai dikenal oleh masyarakat dunia.Apabila permintaan terhadap pakaian batik buatan Indonesia semakin meningkat, pendapatan para produsen batik semakin besar.Dengan demikian, kegiatan produksi batik di Indonesia akan semakin berkembang.Dengan demikian, kekayaan negara bertambah karena devisa merupakan salah satu sumber penerimaan negara.
               Kegiatan ekspor akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat karna semakin luasnya pasar bagi produk Indonesia, sehingga semakin luasnya pasar bagi produk Indonesia.Proses produksi, tingkat teknologi di negara kita umumnya masih sederhana maka dari itu dapat dipermudah dengan adanya teknologi modern.Pengembangan teknologi masih lambat karena rendahnya kualitas sumber daya manusia.Untuk mendukung kegiatan produksi, kita dapat mengimpor teknologi dari luar negeri.Perdagangan antarnegara juga memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk mempelajari teknologi dari negara lain. Mengapa demikian?
Dalam perdagangan biasanya terjadi pertukaran informasi.Dari saling bertukar informasi ini, Indonesia dapat belajar teknik produksi baru dan pemanfaatan teknologi modern.Setiap kegiatan usaha pasti membutuhkan bahan baku. Untuk memproduksi mobil dibutuhkan besi dan baja. Tidak semua bahan baku produksi tersebut dihasilkan di dalam negeri. Mungkin ada yang diproduksi di dalam negeri, tetapi harganya lebih mahal. Pengusaha tentu lebih menyukai bahan baku yang harganya lebih murah. Demi kelangsungan produksi, pengusaha harus menjaga pasokan bahan bakunya. Salah satu caranya dengan mengimpor bahan baku dari luar negeri.
Pengelompokan Barang Ekspor telah diatur dalam Undang-Undang Pada Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 10/MPP/SK/I/1996 barang ekspor digolongkan dalam lima kelompok strategi utama dalam peningkatan ekspor.Strategi yang dimaksud tersebut adalah promosi, pengamanan perdagangan, peningkatan daya saing dengan regulasi dan fasilitasi, peningkatan daya saing dengan hilirisasi dan substitusi impor serta peningkatan daya saing infrastruktur.
              Menurut Rachbini (2004: 40-41), strategi menoleh ke luar dinilai sebagai cara yang baik untuk memperkuat mesin pertumbuhan ekonomi. Strategi ini dijalankan dengan instrumen-instumen yang dipusatkan pada kebijakan, program dan kegiatan untuk memacu ekspor barang-barang yang diproduksi di dalam negeri.      Dengan demikian maka diharapkan, sektor luar negeri dari sistem ekonomi nasional menjadi lebih kuat, yang pada gilirannya akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Strategi menoleh keluar bertujuan untuk mencapai target pertumbuhan ekspor yang pesat agar mampu menghasilkan devisa yang besar, yang mampu memperkuat posisi sektor luar negeri dari ekonomi nasional untuk pembiayaan pembangunan, pembayaran impor dan pembayaran utang luar negeri. Strategi ini sendiri dapat diwujudkan dengan menciptakan efisiensi pada setiap kegiatan ekonomi, khususnya sektor industri dan perdagangan.
              Dalam kebijakan tersebut, negara harus melakukan penghapusan berbagai kendala dan hambatan ekspor untuk mencapai tingkat produksi yang efisien dan mampu bersaing dengan negara-negara lain di pasar internasional. Strategi promosi ekspor memerlukan dukungan suasana sosial, budaya dan politik yang kondusif agar proses industrialisasi berjalan baik, sehingga industri-indusrti dalam negeri bisa menghadapi pasar internasional yang sangat bersaing.

Alasan Strategis
                 Alasan pokok mengapa cukup banyak negara sedang berkembang mengimplementasikan kebijakan promosi ekspor ?
Negara dengan ekonomi terbuka dapat meningkatkan ketahanannya dengan melakukan ekspor sebanyak mungkin agar kebutuhan impor di negara tersebut dapat dibiayai dari penghasilan sendiri. Strategi ini untuk menghimpun cadangan devisa yang akan memperkuat ekonomi dan keuangan negara. Selain itu, NSB yang memiliki cadangan devisa besar dapat dengan mudah meredam dampak gejolak perekonomian dan keuangan internasional.
                Kedua, untuk memacu akselerasi pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri untuk tujuan ekspor. Syarat utama agar bisa melakukan penetrasi pasar internasional adalah efisiensi dan mampu bersaing dari segi kualitas dan harga. Strategi promosi ekspor menggiring industri manufaktur di dalam negeri ke arah persaingan pasar internasional, sehingga industri yang dipilih bersifat kompetitif dan memiliki keunggulan komparatif yang jelas.
               Ketiga, untuk meningkatkan dinamika ekspor dari komoditas tradisional, yang telah dikembangkan negara yang bersangkutan, karena komoditas tersebut telah dikembangkan sejak lama dalam bentuk yang telah terproses sebagai barang jadi.
            Keempat, untuk meningkatkan penerimaan produsen pada sektor-sektor industri pertambangan , industri berat , pertanian , perikanan dan peternakan.Contohnya : membuka industri kreatif berkelas intrernasional.
Kegiatan ekspor banyak memberikan dampak positif, di antaranya adalah peningkatan pendapatan dari produsen hulu komoditas tersebut dan memacu pertumbuhan produksi bahan baku, terutama kegiatan ekspor dari komoditas berbasis sumberdaya lokal.
Keenam, untuk mempertinggi tingkat penyerapan tenaga kerja lewat berbagai kegiatan ekonomi yang ditujukan untuk ekspor. Ketujuh, untuk mensubstitusi barang-barang manufaktur. Jika suatu negara berhasil melaksanakan strategi promosi ekspor, maka secara otomatis dapat mensubstitusikan komoditas impor yang dipasarkan dalam negeri.
Menurut Bhagwati dalam Rachbini (2004: 47), strategi promosi ekspor merupakan suatu kebijakan dan program, yang dimaksudkan untuk mengeliminasi bias dan hambatan ekspor. Strategi ini dilaksanakan untuk kegiatan ekspor sebanyak untuk produk domestik. Para pendukung strategi promosi ekspor, NSB yang terlalu lama terkungkung dalam jebakan strategi substitusi impor pada umumnya kehilangan kesempatan untuk meningkatkan kinerja ekonominya. Strategi substitusi impor dalam kenyataan banyak mengalami kegagalan.
Jadi,meskipun strategi promosi ekspor dinilai cukup efisien dalam mengalokasikan sumberdaya, tetapi kritikus manilai bahwa tingkat pertumbuhan di banyak negara yang menerapkan strategi ini tidak merata bahkan ada yang tumbuh tidak terlalu tinggi. Kritikus yang lebih keras menilai bahwa negara yang menerapkan strategi promosi ekspor cenderung tergantung ke luar negeri dan pertumbuhan diciptakan karena injeksi utang.
            Faktor yang pertama adalah elastisitas permintaaan terhadap tingkat pendapatan (dampak perubahan pendapatan terhadap permintaan) untuk bahan-bahan pangan hasil pertanian dan bahan mentah relatif rendah.Faktor penyebab kedua adalah rendahnya tingkat pertumbuhan penduduk di negara-negara maju sehingga kenaikan permintaan  bahan pangan yang bisa diharapkan oleh NSB dari faktor ini hanya sedikit elastisitas permintaan sebagian besar komoditi primer terhadap perubahan harga juga relatif rendah.
Tujuan utama dari pengadaan perjanjian semacam itu adalah menetapkan tingkat output keseluruhan, menstabilkan harga dunia, dan membagi-bagikan kuota ke berbagai negara yang menghasilkan komoditi tersebut.
                Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan ekspor barang primer tidak dapat dijalankan tanpa adanya reorganisasi struktur-struktur sosial ekonomi yang ditujukan untuk memacu produktifitas pertanian secara keseluruhan dan mendistribusikan manfaatnya secara luas. Tujuan utama setiap strategi pembangunan  harus mencukupi kebutuhan pangan, memberi nafkah dan memenuhi segala kebutuhan pokok lainnya secara memadai kepada seluruh warga, dan setelah itu barulah kemudian berusaha untuk mengembangkan ekspornya sehingga dapat memetik manfaat-manfaat potensial lainnya dari keunggulan komparatif mereka dalam pasar komoditi primer dunia, apabila mereka dapat:  bekerja sama secara erat dan terpadu dengan negara-negara berkembang sesama pengekspor komoditi primer lainnya, dibantu oleh negara-negara maju dalam merumuskan dan menyelenggarakan perjanjian komoditi internasional, dan mendapatkan akses yang lebih besar untuk memasuki pasar-pasar negara maju.

              Dalam masalah ini, adanya proses impor beras dari luar negri disaat nilai produksi beras di Indonesia mengalami surplus memang banyak menimbilkan tanda tanya. Seharusnya, pemerintah dalam hal ini khususnya Bulog melakukan manajemen stok yang lebih baik, bulog harus memaksimalkan penyerapan beras dari para petani lokal. Hal ini selain dapat mengamankan stok beras juga dapat menghasilkan pendapatan bagi petani sehingga kesejahteraan petani dapat naik. Bulog harus lebih agresif menyerap gabah dari petani agar mereka tidak dirugikan.
Selanjutnya, pemerintah diharapkan dapat menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga. Hal ini tentunya harus diimbangi dengan manajemen stok yang baik. Pemerintah harus berkomitmen kuat mengatasi segala persoalan secara komprehensif dari hulu ke hilir agar tidak harus selalu bergantung pada impor.
Akan tetapi, kebijakan untuk ekspor dan impor harus dengan alasan berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam undang-undang. Barang dari dalam negri tidak semua bisa di ekspor, hal ini dikarenakan data produksi dan data konsumsi Pada akhirnya, tugas bagi berbagai pihak yang terkait adalah memperbaiki kinerja masing-masing. Kebijaksanaan Pemerintah  agar setiap kebijakan yang diambil tidak merugikan petani lokal yang kesejahteraannya masih rendah tanpa mengorbankan ketahanan pangan Indonesia.

Berdasarkan pemaparan masalah diatas, saya berharap ke depannya Indonesia dapat meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Referensi :
http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2011/11/29/indonesia-negara-penghasil-pangan-yang-masih-impor-bahan-pangan
http :// pemerintah-perlu-ubah strategi-ekspor-impor.html


Jumat, 01 April 2016

A part of Youth Development Summit 2016 ( Tulisan 1 )

Hi, everyone who usually read my post
I am very sorry I haven’t been updating my blog for so long
when in fact, I have had experiences the past 2 months Youth conferences 2016 in BPPT , Jakarta

 


However, I feel that in relation and those who were there in the end, of course, Thank you ! :)

Minggu, 15 November 2015

EKONOMI KOPERASI ( Tulisan 6 )



 
Reni Tri Isromiyah
( lahir di Madiun,19 Desember 1995) Mahasiswi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma  2014.
Ia anak ketiga dari empat  bersaudara pasangan dari Widodo dan Sudjarwatini.Selama hidupnya ia berhijrah bahkan di kota Depok adalah kota yang ke 7 tempat ia bersinggah.
Kedua kakaknya,Mahasiswa yang berprestasi sekaligus aktifis.Kakak yang pertama pernah menjadi Ketua BEM Poltekkes Negeri Yogyakarta dan Kakak kedua Presiden Gama Cendekia UGM.Sehingga, ia ingin seperti langkah jejak kakaknya.Adiknya, kini kelas 3 di SMP IT Smart Cendekia akan melanjutkan di MAN 1 Klaten.Meskipun Hidup dari keluarga sederhana,namun orang tua selalu memperjuangkan anak-anaknya demi pendidikan yang lebih tinggi agar meraih masa depan cemerlang.
Berkat didikan orang tuanya , ia sudah bisa membaca sejak usia 3 tahun dan berani bicara di hadapan publik sejak taman kanak-kanak.Masa SD ia lalui bersama teman-temannya di SDN 2 Kadu Jaya Kota Tangerang dan SDN 2 Padas Kabupaten Klaten.Jiwa Kepemimpinanya mulai nampak sejak kelas 1 SD memimpin do’a sebelum KBM dimulai dan akademiknya kelas 1 hingga kelas 3 mendapatkan ranking 4 dari 60 siswa di kelasnya,selain itu ia juga menjadi Sekretaris Kelas.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar,ia melanjutkan pendidikannya di SMP N 1 Karanganom, sekolah SMP Favorit di Klaten.Selama SMP , ia sekolah sambil berjualan kue dan nasi bungkus buatan ibunya dan hasil keuntungan yang diperoleh untuk membayar SPP.Ia tak malu dan tak peduli di ejek oleh temannya.Baginya membantu orangtua adalah hal yang mulia.Selain itu ia menjadi Sekretaris Kelas , aktif di organisasi seperti Pramuka , PKS ( Patroli Keamanan Sekolah ) / PBB , Rohis serta Ekstrakulikuler  Conversation English , Paduan Suara dan DrumBand .
Prestasi  selama SMP rangking 10 besar di kelas, meraih juara 3 Lomba Murottal Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Juara 3 Lomba PILDACIL ( Pilihan Da’I Cilik ) di sekolahnya.
Gadis ini bisa dikatakan multitalenta dengan bakatnya :
Menggambar,Menyanyi,Modelling,Fotografi,Videografi,Kaligrafi,Desain Grafis dan Hasta Karya. Selain itu Hobinya Memasak,Menulis,Travelling,Diskusi,Konferensi,Forum dan Public Speaking.
Setelah lulus SMP ia melanjutkan di SMA N 1 Polanharjo-Klaten.Sejak duduk di bangku kelas 10 aktif mengikuti organisasi ROHIS sebagai Litbang,Sekretaris Bidang Nisa’ di FARISKA ( Forum Aktivis Rohani Islam SMA/SMK/MA Se-Kab Klaten ) 2011.Tahun pertama ia SMA  mendapatkan ranking 3 di kelas dan masuk jurusan IPA.
Aktif di organisasi staff Divisi Litbang dan Sekretaris Dewan Ambalan Pramuka,Humas ROHIS ,Anggota OSIS dan Ekstrakulikuler  MTQ , Basket , Regu Koor( Paduan Suara ).Selama SMA ia pernah mendapat Juara 1 Lomba MTQ , Juara 1 Lomba Pidato dan Juara 2 Lomba Story Telling.Kegiatan di luar sekolah aktif menjadi Sekretaris Karang Taruna selama dua periode,Forum Silaturahmi Anak Islam dan Mengajar Anak TPA di desanya.
            Setelah lulus SMA ia memutuskan  untuk melanjutkan kuliahnya di Kota Depok. Aktivitasnya selain kuliah ia tercatat sebagai anggota PSM SwaraDarmagita,SNAP Photography, staff divisi Media & Informasi LDK Fajrul Islam.Aktif juga mengikuti organisasi di luar kampus  yaitu Gerakan Muda Depok ( Moral Force ) dan Swayanaka Volunteer Jakarta yang bergerak di bidang pendidikan mengajar anak-anak jalanan dan anak kurang mampu.
Pada bulan Desember 2014 ia Juara 2 Lomba Model Kategori Fotogenic dan Juara 2 Kategori Busana Muslim di Depok.Bulan Maret 2015 mendapatkan juara 1 Lomba Poster Olimpiade Forum Angkatan Fajrul Islam Universitas Gunadarma.
Menjadi salah satu peserta School For Nation Leader adalah pengalaman pertamanya mengikuti Forum Nasional meskipun ia baru semester 2.Namun semangatnya yang tinggi,menjadikannya bahwa “ saya bangga berada di Forum Negarawan Muda di pertemukan para aktivis dari seluruh penjuru Nusantara mempunyai tujuan yang sama untuk belajar merawat Indonesia ’’